Minggu, 05 Juni 2011

Cerita Semester 4 - Perjalanan menjadi Asisten

Assalamualaikum…
Hai blogie…Alhamdulillah udah selesai final, makanya udah bisa ngeblog lagi. Karena butuh waktu yang agak banyak bagi saya untuk mengisi si blogie. Seluruh tenaga dan usaha telah dikerahkan, sekarang saya cuma bisa banyak-banyak berdoa dan menunggu hasil. Semoga semester ini lebih baik dan ga mengecewakan terutama diri sendiri. Amiinnn…ya rabbal’alamiin.

Oke langsung aja yaa…Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya menjadi asisten lab (bisa dibilang begitu, saya juga gak tau), asisten dadakan dan tidak direncanakan (mungkin ini lebih tepat).

Ceritanya begini (mulai flashback dan mengingat-ingat kembali). Hari itu, Rabu tanggalnya lupa. Sebenarnya hari itu libur khusus untuk jurusan Matematika, tapi karena ada mata kuliah yang pindah jam tayang dan ada tugas yang harus dikumpulkan saat itu juga, kami (Matematika ’09) hadir ke kampus pada hari itu. Nah, ketika saya mempersiapkan tugas dengan teman saya sekitar jam 12.00 siang gitu (kuliah masuk jam 14.00) saya mendapatkan telepon dari nomor yang tidak saya kenal. Dan orang seberang langsung memperkenalkan diri. Kira-kira begini “Hallo, Assalamualaikum. Ini saya ‘Mr. M’ (nama beliau sering kami istilahkan dengan Mr. M), nanti sore bisa ketemu saya di DAO? (tempat beliau bernaung, DAO = nama grup research) ada yang perlu saya omongin … bla bla bla… tut…tuutt..tuuuttt” (end). Setelah itu hidup saya jadi tak tenang (lebay), ya begitulah saya, kalo ada sesuatu yang mendadak seperti itu dan baru pertama kali pasti saya jadi ketakutan, komat kamit sendiri gak karuan. Terus timbul berbagai pertanyaan-pertanyaan bodoh dan pemikiran-pemikiran aneh. Dan yang saya heran, bapak itu tau dari mana no. handphone saya?! (tapi sekarang sudah terjawab).

Singkat cerita, sore pun tiba. Dan saya menemui beliau di DAO. Sesampainya disana, saya macam anak sangak (bego in bahasa). Apa nggak, ketika sampai disana beliau sedang santai-santai ditangga luar eks.BNI dengan rekannya, dosen juga sebut saja Pak Sam. Mereka sedang seru-serunya membicarakan ntah apa, bisnis kadang atau mungkin sedang membicarakan penurunan rumus-rumus yang masih dianggap misteri, saya juga ga tau. Mau gimana lagi, saya terpaksa membuyarkan bisnis mereka dengan usaha sesopan-sopannya (padahal dalam hati gengsi mati). Setelah itu langsung si pelaku mengajak saya berbicara 4 mata (bwhahaa…istilahnya, han ek ta khem).

“Begini…jeng…jeng…jeng…ba…bi…bu…ta…ti…tu…da…di…du…” (percakapan antara saya dan Mr. M, gak sanggup nulis semua dan udah banyak yang lupa) intinya beliau meminta saya jadi asisten lab untuk praktikum mata kuliah Bahasa Pemrograman anak Matematika angkatan 2010 titik. Whooaaaa…kenapa saya?! Kenapa gak mahasiswa lain yang lebih jago, lebih berkompeten, lebih berpengalaman, dan pokoknya lebih segalanya dibanding saya yang masih anak bawang kemarin sore yang jam terbangnya masih jauh dari garis start. Tapi dengan polos dan bodohnya saya menerima tawaran itu (sebenarnya saya sudah menolak), tapi sepatah saya berkata, sebakul (masih kecil) se…se…segunung beliau membalas (yang kenal dengan beliau pasti tau). Dan ternyata, kenapa saya yang dipilih? Jawabannya karena mahasiswa lain yang udah pernah menjadi asisten beliau pada menolak semua, kenapa? tanya aja sendiri kepada mereka. Oleh karena itulah saya menuliskan di atas tadi ‘asisten dadakan dan tidak direncanakan’.

Setelah, keluar dari tempat itu, pembacaan mantra saya dilanjutkan, kali ini lebih parah! Sepanjang jalan menuju parkiran, mulut saya ga henti-hentinya komat kamit, berjalan sambil terhuyung-huyung (ini istilah apa lagi?!). Berbagai pemikiran aneh keluar, makian buat diri sendiri ga kalah heboh. Saya galau segalau-galaunya (kayak kena PHK aja). Saat itu pengin sekali saya menumpahkan rasa galau itu ke teman-teman saya (HoR), tapi berhubung waktu udah sore dan kampus memang sepi karena hari itu libur (khusus untuk jurusan Matematika)jadi mereka sudah duluan pulang. Senyum paksa yang saya lemparkan ketika melihat teman seangkatan saya yang berada di seberang sana tepatnya di koridor menuju dekanat, itu pun kayaknya terjadi di luar kesadaran. Saya pun berkeinginan menceritakan ke dia, sebut saja teteh (nama panggilan populer dia di kampus), setidaknya saya sudah berbagi beban sedikit ke dia. Tapi apa boleh buat, dia juga sedang berbincang-bincang dengan temannya yang lain disana. Maka niat itu saya urungkan, sampai akhirnya saya pun tiba di tempat saya parkirkan motor, yaitu di Pemaf (Pemerintah Mahasiswa Fakultas/BEM). Nah, disini ada kejadian yang menurut saya lucu abis kalo diingat-ingat, hahaa… memalukan! (hal yang sangat langka dan ga pernah-pernah terjadi sebelumnya) sudut Pemaf yang ga pernah terlupakan. Malas kalo ceritain bagian ini cukup untuk diingat-ingat aja. Maap yee…hehe :”>

Sebenarnya menjadi asisten Bahasa Pemrograman itu memang impian saya. Tapiiii…baca baik-baik, tapi bukan untuk semester ini, saya merasa siap menjadi asisten ketika saya berada di tahun ketiga saya berkuliah tepatnya semester 6. Dan entah kenapa beban ini terlalu cepat dilimpahkan kepada saya. I don’t understand, la afhamu, wakarimasen, hana meuphom cit lon. Mungkin inilah yang namanya rahasia Ilahi (udah kayak sinetron aja, hahaa).

Dan setelah beberapa hari kemudian, Mr. M memberi tau saya bahwa kita akan berduet dalam paraktikum Bahasa Pemrograman. Wowww…ini…ini…ini hal yang ga pernah terjadi sebelumnya di jurusan Matematika, “Saya juga heran, kenapa semester ini saya mengalami penolakan terus-menerus dari mahasiswa-mahasiswa bimbingan saya”, begitulah perasaan kecewa si Mr. M (kok udah kayak curhat ya?! Kasiaaann…:P). Ya, mau tidak mau saya harus mau berduet, karena saya sudah teken kontrak dengan beliau (Kontrak? Film kalee :D).

Di hari-hari berikutnya, hidup saya benar-benar ga tenang. Saya juga tidak menceritakan ke orang rumah kalo anak yang mereka anggap ga bisa apa-apa ini (lebih tepatnya dianggap ga pernah bisa mandiri) ternyata menjadi seorang asisten. Huaa…huaa…kalo dipikir-pikir aneh ya, karena saya sendiri juga ga percaya. Malam itu juga terjadi hal bodoh lagi akibat sikap saya sendiri (efek dari galau sebenarnya), yang menambah cap saya sebagai anak kecil. Cap “You’re like a baby” belum bisa saya hilangkan dari orang rumah untuk saya. Malah setelah kejadian itu, rasanya cap itu makin permanen menempel di jidat saya. Gak enak banget kan?! Padahal udah setua ini masih dibilang baby, pengin sekali saya teriak “I’m not baby anymore!!” , tapi percuma saja, sudah terlanjur. Saya juga sempat menulis di blog tentang kegalauan ini yang judulnya “Gak terima” tapi udah saya hapus, karena kalo dibaca postingannya cuma seuprit. Kenapa bisa? Karena ga terpost. Jawaban yg benar, anda pinter…hahaa…begini, sebenarnya saya udah menceritakan panjang x lebar x tinggi malam itu, tapi hasilnya NIHIL. Postingan itu gak terpost saudara-saudara. Karena apa? Karena saya mempost ceritanya lewat HP, ntah kenapa malam itu sinyalnya “baiiikk kali” ditambah mati lampu plus batere HP mulai cekat cekit minta makan, pokoknya semua betingkah pada malam itu, lengkap sudah penderitaan. Tapi di sela-sela itu, saya mendapatkan sebuah status dari seorang teman saya melalui akun FB yang mengatakan seperti ini “Kita akan mendapati kebaikan yang besar dalam kesabaran kita menerima apa yang kita tidak suka”. Sekali baca ga ngerti (huu…dasar, payah!), trus saya ulangi berkali-kali akhirnya saya mengerti maksud dari status ini. Wooowwww…super sekali, seketika semangat saya jadi on lagi. Dan saya pun mencatat status itu di buku note kecil yang selalu saya bawa kemana-mana .^_^.

Oke, sampailah pada saat itu. Saya pun mulai menghitung minggu. Kira-kira berapa  lama lagi saya akan membebani status ini. Namun, di tengah-tengah saya menajdi asisten, saya mulai enjoy dan menikamti dengan kegiatan ini, ya walaupun ada kejadian-kejadian lucu pada saat saya menerangkan, mulai dari gugup, lupa algoritma, berlibet waktu ngejelasin (keluar lagi istilah aneh T__T), sampai stuck karena di skak match sama seorang mahasiswa kunyuk itu. Hahaaa maap ya bagi yang merasa, sebenarnya apa yang dia bilang itu benar, saya aja yang bodo, babo + bakka. Hahaaa…(salut buat dia). The real programmer udah kelihatan darinya.

Dan akhirnya beban saya pun sebagai asisten telah berakhir, nilai sudah saya kirim ke Mr. M, saya sangat berharap anak-anak didikan saya (walau hanya sekedar praktikum) bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Karena saya juga akan ikut bangga jika mereka mendapatkan nilai yang bagus =).

Ya, ternyata banyak pengalaman yang menyenangkan dari kejadian tersebut, mulai dari dikenal sama dosen (Mr. M) yang menurut orang-orang beliau adalah dosen yang sangat payah + susah untuk diajak kompromi, sampai-sampai saya pun dinobatkan oleh mereka-mereka sebagai anak Mr. M. Lalu saya juga dikenal sama adek-adek leting, yang saya sendiri sebenarnya agak malas untuk hal-hal seperti ini, karena saya menganut prinsip tidak ingin dikenal, mengenal, dan jadi terkenal. Tapi kenyataannya semua telah terjadi, the show has just begun, hehe…

Abis deh ceritanya. Sekian dulu yaa…udah capek nih mikir apalagi. Pengalaman yang tak terlupakan deh pokonya, terima kasih bagi pihak yang telah terlibat dan yang punya quote, soalnya saya ambilnya ga minta ijin langsung copaste, hehe... Wassalam, stay cool 8`)

Pesan: jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, karena dibalik itu semua pasti terdapat hikmah yang luar biasa, yang kita tidak pernah tau apa itu.

Quote:
 Kita akan mendapati kebaikan yang besar dalam kesabaran kita menerima apa yang kita tidak suka.” (benar-benar dahsyat niy kata mutiara).
“Cause everyone's perfect in unusual ways, so just wanna believe in me!” (sepenngal lirik lagu kesukaan saya).

Minggu, 10 April 2011

“I am Sparkyu”


Assalamu’alaikum,
Hello blogie…udah lama ya kita gak bertutur sapa, hehe. Itu karena si pemiliknya yang super sibuk. What? SIBUK?! Kalo sok sibuk iya kadang…hahaa :D

Berhubung hari ini Minggu dan gak kemana-mana (biasanya Minggu juga ngampus), makanya aku sempatkan untuk mengisi blog ini. Kali ini aku ingin membahas tentang penyanyi favorit baru aku, hehe jadi senyam senyum sendiri nih. Kira-kira siapa yaa…Yak, dia itu adalah CHO KYUHYUN. Dia adalah salah satu personil boy band asal Korea Super Junior. Ya ya ya, bisa dibilang sangat terlambatlah untuk ngefans sama boy band ini. Gimana gak, udah 4 album mereka keluarin, eh baru kali ini aku jatuh centrong. Hahaaa…

Ceritanya begini, sebelum-sebelumnya sih aku udah tau tentang keberdaan boy band ini. Bahkan semenjak aku masih SMA. Tapi, tanggapanku ya biasa-biasa aja. Secara aku orangnya agak kurang peka sedikit ‘n cuek gitu. Suatu hari aku nonton acara musik disalah satu stasiun TV, kebetulan hari itu masuk kuliah jam 10.00. Nah, saat itu di acara musik tersebut membahas tentang semua boy band asal Korea yang lagi booming-booming-nya, salah satunya Super Junior. Pokoknya hari itu aku nyampe telat masuk kuliah gara-gara nonton acara itu sampai habis. Setelah itu aku jadi penasaran dengan boy band itu. Nah, kebetulan lagi ada beberapa orang temanku yang gemar sekali sama entertainment Korea, pokoknya mereka sampe tergila-gila gitu deh. Akhirnya aku minta ke temanku satu lagu SuJu (cepek ketik lengkap) yang dancenya itu paling keren. Oh ya aku lupa bilang, kalo aku itu penggemar sama lagu-lagu yang ada dancenya. Termasuk Cinta Laura, pokoknya semua yang ada dance itu bakal jadi paporit gue. Hehee, gaya orang Jakarta dikiit. Apalagi Agnes Monica, jangan tanya, itu penyanyi paporit gue dari jaman SD men…!

Oke kembali lagi ke SuJu, akhirnya temanku itu memberikan video SuJu yang berjudul Bonamana dan Super Girl, ternyata dua video yang dicopy. Sampai rumah ga sabar untuk menonton tuh lagu. Dan kemudian…jeng…jengggg… Aku mendapati seorang pria, waduh bahasanya, haha…maksud aku seorang personil yang menurut aku tu keren abiissssssssss. Siapa lagi kalo bukan Kyuhyun oppa. Nah yang lucunya saat itu aku sama sekali ga kenal dengan nama-nama mereka, yang aku kenal hanya Siwon seorang. Dan kesan pertama saat aku nonton clip mereka, perasaan mukanya sama semua. Hahaa :D

Besoknya aku menceritakan ke teman-temanku yang lain. Dan pastinya aku tanyakan nama tuh bocah, dan anehnya mereka memberi tau ku bahwa nama dia itu adalah Dong Hae. Oke, namanya udah aku simpan di memori otakku, “Dong Hae”. Dan penasaran itu makin menjadi-jadi, rasanya belum sah kalo aku belum tau tentang kepribadian si Dong Hae itu. Aku pun mencari tau tentang personil satu ini, mulai dari profil sampai foto-fotonya. Tapi yang keluar pas aku searching kok orang yang berbeda?! Nah, jadi bingung kan?! (ya iyalah, keywordnya Dong Hae), maka bertanya-tanyalah aku sendirian. Sampai akhirnya karena belum puas aku memperlihatkan clip Bonamana itu ke temanku dan terbongkar juga bahwa dia yang jadi paporit aku itu bernama KYUHYUN. Pokoknya proses pencarian nama Kyuhyun itu begitu panjang dan sangat ribet. Pokoknya Kyuhyun tetap is the best lah walaupun pertamanya aku mengenal dia itu dengan nama Dong Hae (tapi Dong Hae keren juga kok). Hahaa…lucu juga kalo diingat-ingat.

Berhubung sudah kenal dengan namanya, setiap hari aku membicarakan tentang Kyuhyun. Mulai dari profilnya, cewek idamannya, cerita-ceritanya saat pertama bergabung dengan SuJu, video-video SuJu, sampai ke akun twitternya, pokoknya semuanya aku cari tau. Dan yang lucunya lagi, teman-temanku selalu ketawa saat aku menyebutkan namanya. Gimana gak ketawa, orang aku ga pernah betul menyebutkan namanya, pokoknya asal nyebut deh, istilahnya semau gue gitu. Gak peduli betul apa kagak yang penting hantam saja. menurut aku nama kyuhyun itu agak sedikit sulit untuk diucapkan. Temanku bilang, aku ga pernah betul menyebutkan nama Kyuhyun. Inilah sebutan untuk Kyuhyun oppa yang sering keluar dari mulutku:  Kyuhun (salah), Kuhyun (salah juga), Kuhun (apalagi!), Kyunyun (lebih lagi), Kuyun (yang dengarnya ngakak), selalu salah. Pokoknya sampai aku frustasi pun ga pernah betul katanya (lebay bacut ^^). Dan akhirnya akupun memanggil nama Kyuhyun itu dengan sebutanku sendiri yaitu “KUNYUN”. Wowww…kalo sampai ketauan Kyuhyun yang asli mungkin dia akan tertawa layaknya teman-temanku juga kali yaa...hehe mianhe Kyuhyun oppa T.T

Wuidiiihhhh…udah panjang ya ceritanya, pokoknya ga akan habis-habisya kalo cerita tentang bocah satu ini. Hahahaa…mulai sekarang I am Sparkyu (Sparkyu = nama fansnya Kyuhyun).

Ini beberapa pic Kyuhyun yang aku suka, cekidot!

ngelamunin apa bang...?? hhaha :D

capek ya bang ....=)

wesss...gaya li wak!

cool man B)



Note: jangan bikin aku ngefans sama seseorang, beginilah kejadiannya. I 'm sorry God, forgive me!

“Because of …"


Sekarang aku ingin menceritakan sedikit tentang kenapa aku ga suka sama anak-anak. Berhubung hari ini ada anak kecil yang membuatku kesal, makanya aku akan menceritaknnya sedikit.

Mungkin sebagian orang sangat suka dan sayang sama yang namanya anak-anak. Tapi tidak denganku. Ya, aku memang aneh. Tapi itulah kenyataannya. Sebenarnya anak-anak itu menyenangkan (ku akui). Tapi kadang-kadang anak-anak itu sangat sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, menurutku anak-anak itu bisa berubah dalam waktu 5 menit dari kesan yang sangat menyenangkan menjadi sebuah monster yang sangat menakutkan (terserah mau bilang lebay ato gak). Karena itulah aku ga suka sama anak-anak.

Contohnya gini, misalnya kita lagi asik-asiknya bermain dengan mereka, tiba-tiba dia nangis atau minta sesuatu yang memang ga boleh disentuh oleh mereka, tetapi tetap kekeh untuk memiliki tuh barang. Terus lari ke mamanya merengek-rengek agar permintaanya dikabulkan. Wuidiiihhhh…ga banget deh kalo udah kekgini kejadiannya, susah kita apakan tuh anak. Oke, mereka masih anak-anak untuk kejadian kekgini bisa dimaafin. Tapi itu berbeda dengan diriku yang aneh ini. Ya pastinya aku akan bersikap manis dengan anak-anak yang sedang kuhadapi, tapi jika si anak ini udah mulai buat aku jengkel, udah mulai melanggeh (mungkin dalam bahasa Inodnesia kebangetan), sikapnya udah mulai menghancurkan, aku gak akan segan-segan untuk berlaku sama dengannya. Kejar-kejaran, ayok…lempar-lemparan batu aku juga bisa. Pokonya apapun yang dia lakukan kalo udah salah, aku juga gak mau kalah. Itulah sebabnya aku gak suka sama anak-anak. Jadi untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, ketika ada anak-anak aku akan bersikap cuek aja. Makanya jangan heran kalo kalian lihat muka ku akan datar-datar saja kalo ada anak-anak kecil.

Memang anak kecil itu bisa membuat seorang ibu bahagia, walaupun si ibu baru pulang kerja dan capeknya akan hilang kalo dia melihat anaknya. Itu memang benar (ku akui lagi), tapi disini ceritanya kalo kejadiannya seperti yang aku ceritakan di atas tadi. Apalagi kalo ada barang kesayanganku yang udah lama aku simpan tiba-tiba dihancurkan sama tuh bocah. Menurutku itu adalah suatu perbuatan yang sangat konyol, pahit, pedih, pokoknya sangat menyebalkan deh. Oke, mereka masih anak-anak, tapi aku juga pernah jadi anak-anak, yang seingatku semua mainanku dulu ga pernah aku hancurin, ga pernah ada yang namanya rusak, karena aku sangat menjaga semua mainanku. Sampai sekarang pun, hari itu pernah bongkar-bongkar rumah (bersihin barang-barang yang ga dipake lagi) aku menemukan mainanku dulu yang masih utuh (mobil Mickey Mouse) yang kalo ga salah dulu dibelikan mamaku pada saat pameran. Dan masih banyak mainan kecil ku dulu yang masih bagus-bagus. Gimana gak bagus coba, orang aku jaga mainannya karena aku menganggap mereka itu sebagai teman-temanku. Tapi kenapa ya, anak jaman sekarang kalo mainannya itu belum rusak rasanya belum sah bagi mereka, seperti belum puas gitu mainnya. Pas udah mainannya copot sana satu sini satu, baru meraka puas. Terus nanti minta dibelikan yang baru lagi sama orang tuanya, ampuuunnnn…ga habis pikirlah. Itulah sebabnya aku ga suka anak-anak. Jangan salah, aku orangnya suka loh main sama anak-anak, sampe aku dibilang “like a baby”, tapi kalo kejadiannya kayak tadi  itu, ya sikapku seperti yang aku ceritakan tadi. Mungkin juga salah satu faktornya karena aku anak bontot, makanya aku ga suka sama anak kecil. Ahhh…terserahlah, aku juga ga ngerti kenapa aku kekgini. This is me!

Sekian dulu cerhat (cerita hati) kali ini, mungkin kalian menganggapnya gimana gitu, tapi terserahlah. Yang penting aku tidak akan menyakiti anak-anak kalo mereka itu bersikap manis terhadapku. Mereka makhluk yang menyenangkan kok. Semoga suatu saat sikap aku bisa berubah terhadap mereka, dan mereka tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagiku. Amiin...

 
Because of … they are litte angle ^­_^

Selasa, 18 Januari 2011

"Jangan Hujat Mereka"


Assalamualaikum, apakabar blogie?? Pasti baik-baik saja. Langsung aja yaa…
Sebelumnya saya mohon maaf, kalau tulisan ini mungkin menyinggung perasaaan kalian yang membaca postingan ini. Saya harap tidak, karena kita kalian pasti tidak demikian. Ehmmmm...begini yaaaa
Di sini saya cuma mau bilang, mengklarifikasi atau lebih tepatnya memprotes kebiasaan buruk kita, yang mungkin kita tidak sadar akan hal tersebut. Saya kurang suka jika ada orang yang menjelekkan, memvonis (sihiiy..uda kayak apa aja) atau menjadikan kata ini sebagai bahan ejekan. Padahal mereka tidak bersalah dan bahkan tidak tahu apa-apa tetapi telah diejek.
Ingatkah kita dengan kata “KAMPUNGAN” yang sering kita gunakan untuk mengejek mereka yang menurut kita gak gaul? Atau mungkin melakukan sesuatu hal bodoh yang menurut kita aneh? Bahkan mereka yang berbicara bahasa daerah pun juga dibilang kampungan. Atau apa ajalah yang menurut kita tidak patut dilkukan oleh anak/orang kota? (mungkin ini berlaku bagi mereka yang tinggal di kota, hehe…maap ya orang kota). Ya, saya rasa itu bukan kata asing lagi buat kita.
Kita sering mengatakan, “Kampungan kali kok!”, atau “Macam anak kampung!” atau mungking bahasa gaulnya gini “Kampungan banget sih loe!”. Coba kita pikirkan, apakah mereka (orang kampung) yang kita bilang kampungan itu bersalah? Atau apa pernah mereka membuat kita jengkel saat kita mengatakan kampungan, sehingga kita mengeluarkan kata-kata seperti itu? Saya rasa tidak. Mereka tidak pernah membuat kita jengkel dengan keberadaan mereka. Atau mungkin  kita merasa kalau kita sudah gaul sekali sehingga kita mengatakan demikian. Hahaa…saya rasa tidak juga.
Kenapa kita selalu menghujat mereka dengan kata KAMPUNGAN! Apa tidak ada kata-kata lain untuk mengistilahkan perasaan yang saya sebutkan di atas tadi? Menurut saya banyak istilah lain yang bisa digunakan tanpa harus menyudutkan salah satu pihak. Dan tidak semua orang kampung bersikap seperti itu, justru yang mengatakan kampungan itulah yang sebenarnya seperti itu.
Jadi, kalau bisa kita sama-sama menjaga perasaan antar  setiap manusia. Kita tidak boleh membedakan ras, suku, bahasa dan budaya. Kaya atau miskin terus yang pasti kampung atau kota. Karena tidak akan ada kota kalau tidak ada kampung. Gak ada yang namanya cantik kalau gak ada pembandingnya yaitu jelek. Di sini kita saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. Kita saling membutuhkan istilahnya simbiosis mutualisme (Biologi dikiiiit) dan yang pasti harus daling menghormati terhadap sesama. Karena manusia adalah insan.
Oke, saya rasa cukup untuk penjelasan ini (padahal gak tau mau nulis apa lagi), semoga bermanfaat dan bisa membuat kita introspeksi diri.
Wassalam

<13 Januari 2011, 22.00 - Terinspirasi dari orang-orang yang berada disekeliling saya>

Jumat, 14 Januari 2011

Kamar Impian

Hai blogie, apa kabar?? lama ya ga ada postingan. saya cuma ingin mengutarakan isi hati saya. tulisan ini sudah beberapa hari yang lalu saya buat, tapi baru bisa di postingkan skrg karena ada sedikit masalah koneksi, hehe
oke deh, kita mulai aja ya ceritanya...cekidot! 

Saat ini saya sangat ingin memiliki kamar sendiri. dimana saya bisa bebas berekspresi melakukan apa saja yang ingin saya lakukan. Saya ga suka seperti ini, harus berbagi kamar dengan saudara saya alias kakak. Saya ingin bebas dengan kamar sendiri. Tidak menjadi orang yang selalu diselipkan ke dalamnya. Saya tidak ingin terus-terusan menjadi Jacob Two-Two yang harus tidur sekamar dengan saudara-saudara kandungnya dan selalu jadi korban kejailan kakak-kakaknya.
Oke, jangan berpikiran negatif dulu, perlu digaris bawahi, disini saya tidak jadi korban kejailan mereka, orang kita uda pada gede semua kok. Yang saya maksud seperti Jacob Two-Two adalah anak bontot yang selalu menurut dengan mereka-mereka yang lebih tua, yang selalu diatur oleh mereka, yang selalu menjadi orang suruhan mereka, dan yang pasti harus berbagi kamar tapi tidak sedikit pula perhatian yang mereka beri untuk saya. (Aku sayang mereka).
Disini ceritanya, saya hanya ingin sebuah kamar, kamar untuk saya SENDIRI! seperti si Jacob yang tidak ingin lagi tidur dengan kakaknya  (kalo si Jacob selalu jadi korban kejailan kakak-kakaknya, kalo saya beda BUKAN karena itu). Saya sangat ingin membuat kamar itu nyaman untuk diriku. Bebas saya letakkan apa saja, tidak ada yang melarang. suka hati saya mau mendekor seperti apa. pokoknya saya sangat ingin menuangkan apa yang ada di otak ini ke dalam sebuah kamar tidur personal itu. Bukannya ga diperbolehkan untuk siapapun yang masuk, boleh dengan senang hati, tapi statusnya itu "kamar si adek",
BUKAN kamar si akak atau si abang atau si anda!

oh Tuhaaan...kapan saya bisa memilki sebuah kamar impian itu???
si Jacob aja uda punya kamar sendiri sekarang, walaupun hanya sebuah kamar yang berada di loteng, uda gelap, sempit, tapi yang penting statusnya "kamarku istanaku".
dan dia bisa membuktikan kalo dia seorang yang mandiri, pemberani, dan tidak takut dengan omong kosong yang selalu diceritakan abangnya itu.
kalo saya nilai dari karakternya di film kartun itu, Jacob lebih dewasa dari saudara-saudara kandungnya yang lain (kenapa jadi cerita si Jacob ya?!)

Baiklah, itu hanya sepenggal curcong (curhat colongan) dari saya. Mungkin ga terlalu penting untuk dibaca. Trus bagi yang uda baca saya ucapkan terima kasih, hehe...semoga keinginan saya memiliki kamar pribadi ini bisa terwujud, amiiin...dan saya bisa bebas melakukan apapun disana. I love my family. walaupun ada sedikit rasa jengkel, tapi AKU sayang kalian semua :)

11/1/11
11pm

Jumat, 31 Desember 2010

postingan pertama, introducing my blog :)

Ini adalah postingan pertama saya, sebenarnya saya mendaftarkan akun saya di blog itu udah beberapa minggu yang lalu yaitu bertepatan dengan hari ibu Rabu, 22 des 2010 dan dibantu oleh teman seperjuangan saya Diah Wardani (thanks ya Di...)
Sebelumnya sih, saya ga begitu tertarik dengan blog, karena itu tadi saya ga mahir dalam hal menulis. Tapi berhubung teman-teman saya heboh sekali dengan blog, saya juga jadi kepengen punya blog satu (emang apaan pake satu, hehe..) maksudnya selain facebook, twitter, dan lain sebagainya.
Jadi, karena ini postingan pertama, maka saya hanya ingin memperkenalkan bahwa inilah blog saya dengan nama "oh no, it's my blog" (ini adalah kata-kata favorit saya). Mungkin saya akan jarang mempostingkan sesuatu di blog ini, karena jika ada ide atau suatu kejadian yang sangat berkesan, baru saya akan mengisi blog ini (itu pun jika penyakit malas saya ga kambuh, hehe). Tidak hanya itu, mungkin saya juga akan mempostingkan sesuatu yang menurut saya itu patut dan layak untuk diperbincangkan (sihiiy uda kyk infotainment aja nih), pokoknya apa aja deh...yang pastinya seru. Dan satu lagi, mungkin saya juga akan curhat disini, cailee...he he he :)

Oke, saya rasa cukup untuk pengenalan blog ini, ditunggu yaa postingan selanjutnya.

Oh iya, saya juga sangat mengharapkan masukan dari kalian dan siapa aja yang membaca blog saya, supaya blog ini bisa menjadi lebih keren lagi. Makasiihh ^_^
onegaishimasu!